Sunday, January 3, 2016

HIDAYAH ITU MILIK ALLAH


Dulu,
hidup seorang pemuda yang sangat jahat, telah membunuh seramai sembilan puluh sembilan manusia, pemuda itu merasa sangat menyesal lalu dia mendatangi seorang yang alim dan menceritakan kisahnya yang sangat gelap dan penuh dengan darah itu. Lelaki tersebut hanya mendengar, usai lelaki(si pembunuh) tersebut bercerita, dia bertanya kepada si alim "Wahai si alim, aku sangat menyesal dan ingin bertaubat, pada pendapat mu adakah Allah akan mengampuni dosa-dosaku?" si alim dengan penuh marah berkata "suda tentu Allah tidak akan menerima taubatmu si pembunuh! kau telah membunuh sembilan puluh sembilan jiwa manusia, mana mungkin kamu mendapat tempat di sisi Allah". Maka si pembunuh pun membunuh lelaki tersebut, menjadikan bilangan jiwa yang telah dibunuh seratus orang. 
Si pembunuh kembali berjalan, mencari golongan alim yang lain. Sampai di suatu tempat, dia berjumpa dengan seorang yang baik bahasanya, serta warak perwatakannya, si pembunuh pun mengajukan soalan yang sama kepada lelaki warak tersebut, lelaki warak tersebut berkata, "suda tentu dosa-dosa mu akan diampuni-Nya wahai si pembunuh, Allah itu maha pengasih lagi maha penyayang, kasih sayangnya melebihi dari dosa-dosa yang telah engkau lakukan". Maka si pembunuh pun menangis meratapi keadaan yang dilaluinya dan segera bertaubat, si pembunuh nekad untuk berubah dan memutuskan untuk menjauhkan diri dari kawan-kawannya yang jahat, membawa diri untuk pindah ke perkampungan orang yang soleh untuk mencari keredahan Allah. Namun dalam perjalanan pulang, ajal telah menjemputnya, maka ditempatkanlah ia di tempat orang-orang yang beriman di sisi Allah.

Cara-cara bertaubat:
1. Menyesal atas dosa-dosa yang dilakukan.
2. Nekad untuk tidak mengulangi dosa yang pernah dilakukan.
3. Jika dosa yang dilakukan itu melibatkan manusia, memohon maaf (mengembalikan hak mereka).

Hidayah itu milik Allah,
Ia tidak datang bergolek, 
hidayah perlu dicari,
Hidayah boleh datang dalam pelbagai bentuk,
Yang datang mengetuk pintu hati,
Mengetuk nurani.

Bernafaslah dalam jiwa hamba,
Hamba kepada tuhan yang esa,
Allah maha mengampuni dosa hambanya,
Yang leka bergelumang dengan dosa.

"Hai hamba-hambaKu yang melampau batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (Az-Zumar: 53)

No comments:

Post a Comment